Jumat, 17 Mei 2013

SEJARAH MUSIK BLUES III

 



SEJARAH MUSIK BLUES III ( Sejarah Musik Blues  )

Para pembaca blog saya yang terhormat, begitu anda membaca tulisan blues.. blues… blues  tiga kali, saya sangat bahagia sekali, kenapa tidak?? Karena saya yakin anda begitu tenangnya duduk didepan komputer atau hp dengan perasaan wajah yang berseri dan ingin mengetahui apa yang akan saya tulis, artinya apa? Begitu anda membaca saat ini keadaan anda pada posisi yang sehat wal afiat, dan saya harus mengatakan pada para pembaca suatu kata dan mungkin ini adalah do’a untuk pembaca blog ini yaitu salam sejahtera bersama keluarga anda yang berbahagia, aamiin…. (alex pradapa)

Sebelum saya melanjutkan menulis tentang sejarah musik blues yang berkepanjangan, ijinkanlah saya mengatakan sesuatu tentang diri saya, bahwasannya saya tidak merasa hebat karena mampu dan bisa menuliskan sejarah musik blues, tidak melirik atau membaca blog ini pun saya terlalu yakin bahwa pembaca bisa juga mencari tentang sejarah musik blues pada informasi lain terutama di google, disana bahkan lebih ‘sempurna’ dan komplit dari tulisan saya menurut ukuran manusia, tetapi ada satu yang tertinggal bila pembaca berpikira seperti itu, kenapa? Setidaknya pembaca tidak memberikan kesempatan saya untuk mendapatkan pahala, pembaca memberikan pahala pada saya hukum kausal berlaku andapun akan mendapat pahala melebihi apa yang saya dapat dari pembaca. Titik (alex pradapa).
     
Bau harum sejarah Musik Blues mulai menggelegar bak ombak dilautan lepas diawali sejak dekade tahun 1930-an dan tahun 1940-an. Musik Blues tersebar di utara dengan berimigrasinya orang-orang kulit hitam dari selatan dan masuk pada lingkungan band Jazz, disini musik blues juga mulai menjadikan dirinya suatu musik elektrik (peralatan musik blues saat sebelum dekade ini biasanya tanpa menggunakan alat-alat listrik). Sejak akhir tahun 1940 dan awal tahun 1950-an dalam beberapa kota diutara seperti ; Chicago dan Detroit musikus blues seperti Willie Dixon, john Lee Hooker, Howlin’ Wolf serta Elmore James memainkan apa yang menjadi basic musik blues yaitu dasar musik blues dari Delta Mississipi yang dimainkan dengan diiringi oleh bas, drum, piano, harmonika dan pada saat ini musik blues mulai masuk dalam hit-hit Nasional, bersamaan waktunya dimana T-Bone Walker di Houston dan B.B. King (yang pada akhirnya di juluki Raja Blues) di Memphis memperkasai bentuk permainan gitar yang mengkombinasikan tehknik musik Jazz dengan gaya suara dan lagu-lagu Blues.

Awal tahun 1960, penganut blues diperkotaan ‘ditemukan’ oleh pemuda kulit putih Amerika ataupun musisi-musisi Eropa antara lain band-band blues seperti Paul Butterfield Blues band, The Roling Stone, The Yardbirds, John Mayal and Bluesbreakers, Cream, Canned Heat dan Fleet Wood Mac membawa musik blues kehadapan penononton remaja kulit putih pada saat konser musik diberbagai kota, antusiame dan animo penonton sangatlah dapat dibanggakan. Para remaja selalu menginginkan disetiap konser-konser band terkenal mereka selalu meminta lagu-lagu blues yang ditampilkan/dinyanyikan, peristiwa ini pada waktu sebelumnya adalah sangat sulit untuk dilakukan, karena mereka menyebrang pada musik kulit putih untuk melindungi ritme musik kulit hitam dan blues.
     
Pada saat musik blues seakan memburu jati diri untuk mentasbihkan menjadi musik yang diterima disemua kalangan ataupun menjalar untuk melebur menjadi embrio jenis aliran musik lain, pada kejadian lain sejak tahun 1960-an musik Rock juga telah melalui beberapa langkah-langkah kebangkitan dari musik blues. Beberapa gitaris musik rock seperti Eric Clapton, Jimmy Page, Jimmi Hendrix ataupun Edi Van Halen telah menggunakan musik blues sebagai dasar modifikasi dari musik mereka bahkan ada sebagian beberapa lagu mereka dari awal sampai akhir lagu berwarna atau bernuansa blues murni. Sementara itu para penganut keaslian musik blues seperti John Lee Hooker, Albert Collins dan B.B. King serta ahli waris mereka yaitu Buddy Guy, Otish Rush, Eric Clapton dan yang terakhir Roy Buchanon, semuanya melanjutkan untuk menciptakan musik FANTASTIC dalam tradisi musik blues. Sedangkan generasi paling baru dari pemain musik blues diantaranya seperti Robert Cray dan Stevie Ray Vaughan, melanjutkan tradisi keanggunan musik blues dengan teknik bermain gitar yang amat mengganggu bahkan tidak menarik minat pendengar dari generasi baru untuk musik blues. Salam sejahtera,theblueses.blogspot.com

Sejarah dan tokoh blues
Jember 16 mei 2013
http://theblueses.blogspot.com/

Kamis, 16 Mei 2013

SEJARAH MUSIK BLUES II

 


SEJARAH MUSIK BLUES II ( Sejarah Musik Blues )

Sesi pertama sudah saya ulas mengenai sejarah singkat tentang  musik blues versi Robert M. Baker, saya sendiri kurang yakin apakah cerita tentang sejarah singkat musik blues pada  sesi ini adalah yang terakhir? Apakah sampai sesi  ke 5? Ataukah lebih? Dan apakah suatu sejarah amatlah penting bagi sebagian pembaca? Saya tak wajib untuk menjawabnya, semua  tergantung pada hati nurani sang pembaca. (alex Pradapa)

Istilah Musik Negro adalah mencakup sebuah susunan gaya musik yang luas, artinya gaya musik ini menggambarkan sebuah perpaduan/campuran antara ciri-ciri dan kebudayaan khas Eropa  dengan Afrika Barat dan Tengah, dari gabungan  tradisi itulah akar musik blues lahir.  Beberapa pengamat dan penikmat musik bluespun  termasuk saya sependapat bahwa Musik Negro Amerika memasukkan sebuah pendekatan konseptual Afrika kedalam infrastruktur musik Eropa Amerika untuk menghasilkan sebuah musik dengan sebuah estetika yang khusus. Pengaruh-pengaruh perpaduan kebudayaan tersebut menambah perkembangan spiritual musik blues, Tradisi musik inilah (baca: Musik Negro Amerika, yaitu orang Afrika yang berwarga negara Amerika;-alex pradapa) mulai muncul sebagai sesuatu yang benar benar ada dan mempunyai ciri-ciri khas tersendiri.

Pada pertengahan abad 18 Musik Negro berkembang menjadi bentuk musik yang sakral yang dikenal sebagai musik  keagamaan. Musik keagamaan ini dinyanyikan pada  waktu atau peristiwa keagamaan bahkan tak jarang pula dinyanyikan diluar hari-hari spiritual.  Maksud dan kegunaan musik spiritual ini untuk bertujuan menggambarkan cita-cita/do’a orang Afrika dimana musik sakral ini mengijinkan seseorang untuk berkomunikasi dengan dunia luar, musik ini juga bisa memungkinkan seseorang berbicara mengenai masalah-masalah tentang suatu kehidupan yang dialami pada saat itu.

Demikian juga selama masa perbudakan di Afrika, berkembang suatu perpaduan dari lagu dan pergerakan yang dikenal dengan istilah “ring shout” (sorak sorai/teriakan-teriakan bernada) atau “shout spiritual” (teriakan-teriakan lagu keagamaan). Istilah istilah tersebut adalah sebuah bentuk dari ekspresi musik dan relegius yang dimunculkan khususnya setelah pelayanan “after service” di rumah-rumah agama atau setelah setelah acara suatu prosesi keagamaan  resmi. Musik Spiritual ini adalah musik oriental atau musik ‘panggilan dan respon/jawaban’ (seperti adat jawa bila beberapa orang mengangkat suatu benda/barang yang sangat berat, untuk agar benda tersebut terasa ringan beberapa orang menyanyikan sebuah lagu dan mereka saling bersaut-sautan:misalnya lagu “holopis kuntul baris” orang jawa pada saat itu menyakini dengan bernyanyi seperti itu benda yang diangkat akan terasa ringan:alexpradapa), musik spiritual ini diiringin suatu nyanyian/backing vocal, tepuk tangan, hentakan kaki, atau tepukan paha. Musik ‘shout’ ini lahir dari sebuah struktur keagamaan atau himne-himne yang digunakan khususnya untuk ungkapan keagamaan, musik tersebut diambil dari sisa-sisa/mengadopsi dari melodi-melodi musik  Afrika, sedang lirik dan lagu-lagunya menggambarkan peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan para partisipan atau pengikut suatu kelompok keagamaan.

Setelah Perang Dunia I, tentara Amerika membawa pulang musik blues, mereka tentu saja tidak mempelajari dari orang Eropa tetapi mereka belajar dari orang kulit putih dari daerah Selatan yang telah membuka diri terhadap musik Blues, dan pada saat itu bagi pasukan tentara Amerika  musik blues  tetap dianggap musik  yang rendah atau musik yang yang terpinggirkan. Baru pada tahun 1920 Musik Blues memperlihatkan diri menjadi bentuk musical yang lebih luas/profesional seperti yang digunakan oleh musik jazz, termasuk sang penyanyi  juga semakin profesional (Kamien;328) dan sejak tahun 1920 itu pulalah Musik Blues menjadi musik kegemaran Nasional , serta musik blues menjadi suatu musik milik rakyat.

Semenjak Musik Blues menjadi milik masyarakat luas di  Amerika, pendahulu Musik Blues seperti Besrie Smith masuk dapur rekaman dan kemudian di tahun 1930-an Billie Holiday berhasil menjual berjuta-juta copy Musik Blues, padahal sebelum  tahun itu , tepatnya tahun1912 Musik Blues telah masuk dapur rekaman yaitu; Rollik Handy (1912) dan ‘St. Louis Blues’ (1914) (majalah Kamien;518),  sementara Blues Instrumental telah direkam pada awal 1913, Mamie Smith juga merekam lagu blues “Crazy Blues” ditahun 1920.           Penyebar luasan dan booming ketenaran musik Blues memiliki dampak vital pada musik Jazz, hal ini juga merupakan popularitas awal dari musik Jazz, yang telah membuat proses perekaman Musik Blues ditempat pertama menjadi hal yang nyata, dan ini membuat mungkin penerapan musik blues kedalam tubuh musik Jazz sebaik aliran Pop (Priestly:10).  sekian terimakasih : the blueses.blogspot.com



 Sejarah dan tokoh blues /editan
 Jember 14 mei 2013
           

Senin, 13 Mei 2013

SEJARAH MUSIK BLUES I



SEJARAH MUSIK BLUES I ( Sejarah Musik Blues )
 Seperti yang telah saya janjikan beberapa tahun yang lalu (2009 tahun pembuatan blog, dan blog bisa dibuka kembali bulan mei 2013), saya akan bercerita mengenai sejarah musik blues, saya harus katakan seperti ini sebab banyak teman2 yang inbox atau email yang masuk, mereka sebagian besar saudara kita dari indonesia yang bermukim di amerika sebanyak 20 orang, australia 6 orang, argentina 4 kazaktan 2 orang firlandia 2 orang sementara indonesia 89 orang , kenapa blog ini kok tidak ada suatu catatan tentang musik blues atau kapan menulis sejarah musik blues???  Sebetulnya saya telah menulis sebuah buku tentang musik blues dan sejarah serta tokoh2 penting musik blues, dan juga bagi pendengar dan penikmat musik blues di Radio Republik Indonesia Jember (RRI) tentunya masih ingat dengan suara saya serta lagu2 yang saya putar di sana, sekitar 14 tahun yang lalu, saya mengasuh acara “BLUES POWER” di RRI selama 7 tahun, saya menyadari bahwa musik blues masih minim penggemarnya, padahal sering kita lihat kawula muda mendengarkan musik blues tidak mengerti bahwa yang ia dengar adalah jenis musik blues, terkadang mereka khususnya yang tidak mengerti musik blues mengatakan bahwa musik yang dia dengar adalah slow rock, bagi saya semua itu bukan masalah karena saya tahu bahwa mereka bener2 kurang mengerti apa musik blues itu. (alex Pradapa)

Jujur saja apa yang nanti saya tulis sebagian dari isi buku yang saya tulis, dan tidak bermaksud menjual buku itu, hanya satu harapan saya agar mereka yang tidak mengerti musik blues sudah mulai mengerti tentang sebuah aliran musik yaitu blues, sementara sumber data yang saya ambil sebagian besar dari majalah luar negri dan koran serta pengetahuan saya, dan pada saat saya menulis buku saya tidak mengenal apa itu google.  (alex pradapa)

Para pengunjung blog “THE BLUES” itulah sekedar prolog dari saya, sekali lagi saya memohon maaf atas keterlambatan cerita di blog ini, semoga nantinya apa yang saya tulis di blog ini tidak menjadi kan cepat bosan dalam membaca tulisan2 saya, dan satu pertanyaan buat para pembaca, apakah anda cepat lelah dan bosan bila membaca sesuatu tulisan atau cerita? Bila jawaban anda ternyata “tidak” maka bersukurlah bahwa anda salah satu orang pinter dan cerdas yang pernah saya temui, titik. (alex pradapa)

 Memang awalnya agak begitu sulit memulai bercerita tentang sejarah musik blues, tetapi saya menemukan 3 versi cerita sejarah musik blues.
Seperti yang kita ketahui (Joseph Machlis), musik blues adalah sebuah musik yang mempunyai bentuk syair asli dari amerika tanpa pengaruh awalan langsung (asli) dan Eropa serta Afrika, dengan kata lain musik blues merupakan golongan atau gabungan dari 2 tradisi tersebut, atau suatu musik yang special dan benar-benar berbeda dari tradisi asal musik blues, Sementara kata “Blue” diasosiasikan dengan kesedihan atau rasa tertekan.

 Pada tahun 1807 (Wasshington Irvin) seorang penulis Amerika mendapat penghargaan karena menciptakan istilah “The Blues” seperti yang didevinisikan sampai saat ini, sedangkan awal sejarah dari tradisi musik blues ditemukan dari tradisi cerita dari mulut kemulut sebelum tahun 1860.
Ketika musik Afrika dan Eropa mulai bergabung untuk menciptakan sesuatu yang pada akhirnya menjadi musik “blues”

Musik blues berawal beberapa orang /para budak yang menyanyikan lagu lagu penuh dengan kata atau kalimat yang menceritakan penderitaan hidup mereka , kekurangan kekurangan yang terjadi atau ketimpangan yang mereka alami, kemudian salah satu dari mereka keluar dari nyanyian mereka dan berteriak seakan bertanya ataupun menjawab seolah-olah mereka mewakili untuk lingkungan mereka, ataupun seolah-olah mereka berkata-kata mewakili sang penindas, sekelompok orang yang bernyanyi sambil bekerja ini seperti menggambarkan dua kelompok yang saling berseberangan antara majikan dan para budak, mereka saling bergantian melontarkan jawaban ataupun teriakan teriakan. Jawaban atau teriakan teriakan ini disebut “HOLLER”, dari holler ini meningkat menjadi nyanyian spiritual dan pada akhirnya menjadi ciri khas suatu musik yaitu musik blues.

 Musik blues terkenal diantara semua karya seni musik manusia yang diangkat dari unsur penderitaan, suatu keputusasaan yang sangat dalam dari para mereka (budak). Mereka meyumbangkan suara (nyanyia) untuk menggambarkan suasana pengasingan, keanehan/kelainan yang ada di kamp-kamp buruh bangunan dan budak belia di daerah selatan (Delta Mississipi). Orang kulit hitan sering kali dipaksa ikut wamil untuk bekerja di dermaga dan pembukaan ladang-ladang pertanian, dimana mereka sering kali disiksa, dilempar kesana kemari bahkan mereka bekerja sampai mati. Tradisi musik blues identik dengan bagian kemacoan atau kemaskulinan, meskipun beberapa lagu-lagu blues dinyanyikan kaum hawa seperti Mamie Smith atau Bashie Smith, dan banyak juga wanita kulit hitam ditemukan menyanyi musik blues di “juke-Joint”.

Kemudian, didaerah selatan orang-orang tahanan juga sangat berperan dalam menyumbang pada tradisi musik blues melalui tema “kerja dan lagu”, barisan kematian/pembunuhan. Prostitusi, para sipir, matahari yang menyengat, dan ratusan masalah pribadi lainnya. Sementara dijaman perbudakan dikatakan bahwa gitar pada saat itu tidak mendapatkan tempat yang populer atau dengan kata lain alat musik gitar dan suara gitar tidak banyak diminati oleh musisi musik blues, hal ini terjadi sampai sekitar pertengahan abad, mereka lebih menyukai alat banjo dari pada gitar, sehingga alat ini merupakan alat instrumen utama musik blues saat itu.

Kata “BLUES” digunakan secara umum dalam tradisi musik pada tahun 1910, beberapa bluesologis mengklaim bahwa lagu pertama yang pernah ditulis adalah “dallas Blues”, kemudian di publikasikan pada tahun 1912 oleh Hart Ward yaitu seorang violinist kulit putih dari Oklohoma City. Bentuk blues pertama kali diperkenalkan sekitar tahun 1922-1914 oleh composer kulit hitam yaitu : W. C. Handy (1873-1958). Yang jelas bentuk karya syair yang puitis dan bentuk karya musikal blues pertama kali direalisasikan sekitar tahun 1910 dan memperoleh ketenaran lewat publikasi dari grup band “memphis blues”.
theblueses.blogspot.com

Sejarah dan tokoh blues
 Jember, 5 november 2003
 http://theblueses.blogspot.com/